GMN Energy

Tenaga Air

Air dapat digunakan sebagai pembangkit listrik atau sumber energi. Mengapa bisa demikian ?

Aliran air pada ketinggian tertentu (energi potensial) dengan adanya gaya gravitasi dapat diarahkan untuk menggerakkan turbin yang akan menghasilkan energi mekanik. Apabila poros turbin air tersebut dikaitkan dengan poros generator listrik maka akan dibangkitkan tenaga listrik.

Kemampuan pembangkitan listrik tenaga air ditentukan oleh letak tinggi air diatas turbin dan potensi debit air yang dapat dimanfaatkan.

Jenis-jenis tenaga air dapat diklasifikasikan berdasarkan head (ketinggian jatuhnya air), kapasitas dan tipe grid

Klasifikasi berdasarkan head

1.         Head tinggi : H > 100 m biasanya digunakan turbin Pelton

2.         Head menengah : 30-100 m biasanya digunakan turbin "cross-flow"

3.         Head rendah : 2-30 m biasanya digunakan turbin "propeller"

Klasifikasi berdasarkan kapasitas secara umum:

1.         PLTA Pico : < 500 W

2.         PLTA Micro : 0.5-100 kW

3.         PLTA Mini : 100-1000 kW

4.         PLTA Kecil : 1 MW-10 MW

5.         PLTA Skala Penuh : > 10 MW

Untuk Indonesia, kapasitas pembangkit antara 1 - 1000 kW masih dapat dikategorikan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

Klasifikasi berdasarkan jenis desain :

Run-of the-river

Bentuk yang paling sederhana dalam konteks PLTA mikro dan mini. Desain ini tidak memanfaatkan bendungan untuk mengarahkan air ke bangunan penyadap, melainkan mengubah lajur aliran air menuju turbin melalui pipa atau penstock.

Sistem Penyimpanan

Dalam penggunaan sistem ini. Air ini akan disimpan terlebih dahulu dalam jangka waktu tertentu (beberapa jam atau dalam beberapa bulan) dan akan digunakan untuk menghasilkan energi ketika dibutuhkan. (Dalam pengertiannya air dimasukkan dalam wadah sehingga dalam kurun waktu tertentu, volume air yang mula-mula sedikit akan meningkat. Dengan bertambah besarnya volume air yang tersimpan akan menambah besarnya energi air.

Sistem pompa penyimpan

Ketika terjadi kebutuhan listrik yang rendah atau kelebihan kebutuhan listrik secara tiba-tiba, maka pompa secara otomatis akan mengisi penuh tangki penyimpanan. Namun, apabila terjadi lonjakan kebutuhan listrik yang tinggi, maka tangki akan segera dikosongkan menuju turbin untuk memenuhi kebutuhan produksi yang mencukupi.

 

 

sumber : pnpm